iklan

iklan aku

Rabu, 07 Maret 2012

Ada Cinta disetiap Detik


Oleh : Endang Artiati Suhesti, wanita yang selalu menata hati

Judul     : Bumi Cinta
Penulis  : Habiburrahman El  Shirazy
Cetakan :  2, Juli 2010
Tebal      : 1 – 546 halaman
Penerbit :  Author Publishing, Semarang


Jika pagi datang, orang lalai akan berpikir apa yang harus dikerjakannya, sedangkan orang yang berakal akan berpikir apa yang akan dilakukan Allah kepadanya. ( hal. 58 )

Habiburrahman El Shirazy, penulis buku Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih membuat gebrakan lagi dengan karya novel bernuansa religius yang bertajuk Bumi Cinta. Anda akan diajak bersama tokoh utama dalam novel ini, Mohammad Ayyas, seorang santri salaf untuk mengagumi keindahan Rusia sekaligus berpetualangan dalam membasmi nafsu setan yang menggoda iman kita.
                                                                                                 
Di negara Rusia, orang yang beriman tidaklah mudah menjaga dan mempertahankan imanya. Rusia adalah negeri paling bebas sedunia, sebagaian penduduknya penganut faham free seks radikal juga pengakses situs porno. Musuh iman ada di mana mana berkeliaran. Mereka lebih kejam, lebih buas, lebih licik dan lebih sadis bila dibandingkan dengan musuh iman yang ada di negara yang terkenal bebas dan sekular. Di Rusia itulah, tokoh beriman, Ayyas berjuang mati matian menghadapi musuh-musuh iman. Perjuangannya tidak ringan, juga tidak gampang. Apalagi sebagai manusia biasa, imannya kadang bertambah, dan kadang berkurang ( hal. 6 -7 )

Ayyas hijrah ke Rusia untuk mengadakan penelitian tentang Kehidupan Islam di Rusia pada zaman pemerintahan Stalin. Tak terbayangkan di dalam benaknya, bahwa ia mesti hidup satu apartemen dengan dua perempuan yang bukan muhrimnya. Dua perempuan itu yaitu Yelena, perempuan muda  dengan pesona tubuh yang bisa mengikat kaum Adam. Ia bekerja sebagai wanita panggilan kelas kakap dan dirinya tidak mempercayai keberadaan Tuhan. Hidupnya sebebas ia menentukan klien yang ingin dikencaninya. Seorang lagi bernama Linor, perempuan berdarah kental Yahudi yang bekerja sebagai pemain musik, sekaligus wartawan. Namun sejatinya ia adalah agen Zionis Israel di bawah kepemimpinan Ben Solomon. Di tempat lain, di MGU, universitas tempatnya berkonsultasi dan mencari referensi pustaka, Ayyas mesti berjuang untuk menjaga pandangannya dari sihir kecantikan dan kecerdasan yang dimiliki pembimbing penelitiannya, Anastasia.
                 
Cinta dan Kasih SayangNya
Saat Anda membaca dan menghayati novel ini sampai lembar terakhir, Anda akan merasakan bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Allah selalu menjaga hamba-hambaNya dengan penuh kasih sayang. Coba sejenak kita merenung untuk mengingat kembali sejarah perjalanan hidup. Berapa kali sudah Allah mengirimkan penyelamat hidup kita? Berapa kali sudah Allah menolong kita dalam kesusahan dan kesempitan yang mendera. Kalau kita jujur, pastilah sudah berkali kali. Bahkan kalau kita jujur, setiap saat Allah melindungi kita dalam perlindungan yang kita tidak menyadarinya.

Misalnya, kita tidak sadar bahwa setiap detik Allah membersihkan darah kita dari pelbagai jenis racun yang mematikan. Allah mengatur pembersihan darah lewat “pabrik” yang bekerja dua puluh empat jam tanpa  henti, dan kita sama sekali tidak menyadari, atau kita malah ada yang tidak mengetahuinya. Pabrik ajaib itu bernama hati yang mempunyai fungsi mencapai 500 fungsi dan bertalian erat dengan fungsi organ tubuh lainnya.Tanpa hati manusia tidak akan bertahan hidup, bahkan akan mati terbunuh oleh pelbagai racun yang masuk ke dalam tubuh. Allah menjaga kehidupan seseorang dengan menciptakan hati dan menjaganya terus bekerja. Allah terus menjaga kita siang dan malam, hanya saja kita yang sering lalai.

Pertolongan dan kasih sayang Allah di dunia ini tidak hanya untuk orang-orang yang taat saja. Orang yang bermaksiat sekalipun masih mendapat cipratan kasih sayang Allah ( hal 299 – 300 ). Seperti yang digambarkan dalam Bumi Cinta, saat Yelena dan Linor dibukakan hatinya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, mereka akhirnya hijrah ke jalan Allah. Tak luput, Devid sahabat Ayyas juga mendapatkan hidayahNya untuk kembali menjalani hidup secara islami. Rona kebahagiaan terpancar pada wajah mereka. Baju gamis dan jilbab yang menutup aurat menambah anggun sosok Yelena dan Linor.

Kisah semua itu ditulis oleh Habiburrahman, peraih adikarya novelis pertama Indonesia dengan bahasa yang sederhana dan mudah untuk dihayati. Dengan santun, ia menyisipkan ajaran-ajaran agama islam tentang bagaimana menjalani kehidupan di dunia ini. Namun bukan berarti novel ini diperuntukkan hanya untuk umat muslim saja. Siapapun boleh untuk membaca buku ini, karena novel ini bisa menjadi penggugah jiwa untuk selalu mengkoreksi diri, tidak bermalas-malasan dan selalu percaya pada kekuasaan Ilahi.

Lewat sosok Ayyas, Anda akan dibantu untuk menyadari bahwa selalu ada cinta yang ditaburkan di bumi ini setiap saat. Seluruh makhluk hidup di dunia ini bertasbih untuk memujiNya. Dan semestinya, kita sebagai manusia yang beriman seharusnya jauh lebih bisa merasakan cinta yang telah diberikanNya. Sebuah pesan penting yang dibawa novel ini, bahwa kita tak semestinya memperturutkan hawa nafsu kita untuk mengejar kebahagiaan semu yang tak abadi. Semoga kita bukan termasuk golongan orang-orang yang lupa bahwa selalu ada cinta, kasih sayang dan kebahagiaan yang diberikanNya disetiap detik. Amien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar