Oleh : Endang Artiati Suhesti, S.Pd
Eksplorasi alam yang besar-besaran masih terus terjadi di bumi tercinta kita ini. Penebangan hutan dan pengiriman kayu yang ilegal menambah parah keadaan alam. Banyak sekali daerah-daerah yang semula hijau menjadi tandus dan gundul, ini bisa menyebabkan terjadi bencana alam banjir jika terus menerus kita biarkan saja
Sebagai pendidik, berkewajiban pula untuk mendidik putra-putri didiknya mencintai bumi. Tujuannya adalah agar mereka kelak tidak menjadi pelaku perusak alam. Dengan menumbuhkan makna cinta secara universal dalam lubuk hati mereka, akan tertanam pada diri mereka kesadaran menjaga keindahan dan keseimbangan ekosistem alam .
Mendidik siswa-siswi untuk mencintai bumi tidak hanya sebatas pada wacana saja, dan tidak hanya terperangkap pada pemberian nilai budi pekerti mereka dengan angka. Pada prinsipnya yang perlu dilakukan, yaitu menumbuhkan dan menanamkan dalam lubuk hati mereka.
Partisipasi dan pembiasaan siswa untuk mencintai bumi perlu ditegakkan kembali. Setiap sekolah telah menerapkan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan. Lebih dari itu pentingnya meminimalisir adanya sampah juga perlu diterapkan.
Penulis amati baik di sekolah maupun di instansi-instansi masih terlihat boros dalam penggunaan kertas. Misalnya saja, di sebuah sekolah, urusan Tata Usaha membutuhkan kertas untuk administrasi, tiap guru juga membutuhkan kertas untuk kegiatan belajar mengajar mereka. Tidak ketinggalan pula, tiap siswapun membutuhkan kertas untuk mencatat ataupun untuk ulangan. Kegiatan tahunan juga memerlukan kertas lebih banyak, misalnya saat ujian tengah semester, ujian kenaikan kelas maupun ujian nasional.
Jika mereka kurang menyadari pentingnya penghematan penggunaan kertas, lambat laun kebutuhan kertas akan terus membengkak dan memerlukan lebih banyak penebangan pohon. Jadi alangkahnya bijaksananya jika sebagai pendidik ikut sebagai pelaku gerakan hemat kertas, demi bumi kita tercinta. Guru memberikan model kepada siswa bagaimana menerapkan hemat kertas. Misalnya, Pertama menggunakan kertas seoptimal mungkin, jika ada kertas yang masih kosong disebaliknya bisa digunakan, Kedua latihlah anak untuk menulis yang rapi sehingga dapat memperkecil penggunaan kertas, Ketiga, Jika buku-buku tulis di tahun lalu masih ada yang kosong, ajak siswa untuk membuat buku catatan sendiri dengan mengumpulkan lembaran-lembaran kertas di buku tulis lama kemudian dibendel dan dijadikan satu. Keempat, selalu tanamkan pada mereka untuk mencintai kertas karena itu akan menyelamatkan bumi. Kelima, setiap tahun sekolah bisa mengadakan program “Sumbangkan Kertas Tidak Terpakai”. Program ini bisa diadakan saat kelulusan sekolah tiba. Tiap siswa yang lulus dapat menyumbangkan buku-buku tulis mereka yang sudah tidak terpakai ke sekolah. Kertas yang terkumpul ini kemudian dikelola sekolah dan adik-adik kelas untuk didaur ulang kembali sehingga mereka bisa terlibat langsung dalam menjaga bumi kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar