iklan

iklan aku

Kamis, 19 Januari 2012

Seuntai Senyum Keseimbangan


Dunia makin cepat melaju dalan keadigdayaan  teknologi yang makin canggih.  Orang-orang seakan terlalu sibuk  saling berkejar  untuk mengungguli  satu sama lain.  Satu  tujuan yang ada dalm pikiran mereka yaitu,  kedudukan  top di puncak piramid.  Tak heran jika melihat aktivitas mereka  yang seakan tak pernah berhenti.

Bagi  mereka prestise itu sangat penting bahkan mungkin yang paling utama.  Tak ada lagi waktu untuk santai dan berleha-leha karena satu menit saja mereka lengah, posisi mereka bisa terjungkal  atau kesempatan mereka bisa kandas direbut oleh orang lain.

Kesibukan mereka membuat  penat  pikiran. Aku heran, bagaimana mungkin orang-orang saling memperebutkan penilaian orang sehingga mereka bangga sekali menjadi yang teratas di kalangan makhluk sejenisnya. Mereka menginginkan kedudukan sosisal yang tinggi, mereka menginginkan kesempurnaan sebuah keluarga, mereka menginginkan  kecukupan secara materi, mereka menginginkan kesempurnaan penampilan, mereka mengingnkan, ya semuanya dengan serba sempurna.

Namun kita tidak pernah tahu akan nasib kita karena nasib  menyapa  tiap orang dengan caranya sendiri-sendiri. Ada yang memang  mendapatkan semua yang mereka inginkan, namun ada pula dari mereka yang terkungkung dalam kemelaratan dan tergilas dalam persaingan ketat yang  makin menggila.  Coba saksikan sekali lagi , apa yang telah  disuguhkan oleh penglihatan kita. Ada perkelahian di sana, ada  penipuan berkedok agama. Ada pulan yang menghamba atas nama cinta buta. Ada perselingkuhan, ada pula pembunuhan, ada pula korupsi dan ada pula jilat menjilat antara sesame manusia untuk mempelancar tujuan mereka.  Sungguhkah itu semua  yang kita cari itu adalah hakekat dari kehidupan ini, ataukan itu semua hanya fatamorgana dalan dunia yang kian sempit ini.

Kehidupan sejatinya adalah untuk mencapai kebahagiaaan. Kehidupan  sejatinya adalah untuk  merasakan nikmat yang telah diberikan olehNya kepada setiap hambaNya. Kehidupan itu sederhana. Ia tak butuh peraturan-peratusan yang menyangkut kasta. ia juga tak butuh penilaian-penilaian orang yang dibuat sendiri di kalangan mereka. Sungguh kehidupan itu  sejatinya adalah keseimbangan.  Tak dapatkah semua manusia sadar akan tujuannya di dunia ini.   Tak bisakah manusia tidak saling mengagungkan kesempurnaan mereka. Tak bisakah   manusia tidak mengkultus seseorang diantara kita. Tak bisakah seeorang itu hidup dalam kedamainan dan kerukunan tanpa saling melecehkan, tanpa saling membedakan.

Dunia butuh seuntai senyum yang tulus. Dunia butuh orang-orang berhati bijaksana. Dunia hanya butuh kesederhanaan dalam kedamaian dan kerukunan.  Dalam kebersamaan, seuntai senyum yang tulus itu akan menjadi sebuah  energi besar yang bisa meruntuhan segala arogansi manusia. Dunia menunggu agar seuntai senyum itu merekah di pagi hari yang berhiaskan pelangi indah di sudut  kota.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar