Aku ingin mengingatmu dalam sepenggal memori yang indah. Aku tahu bahwa ini adalah jalanku untuk dipertemukan denganmu, dan ini jalanku pula untuk selalu mengingatmu sebagai si cantik. Kau berbeda sekali dengan yang lainnya, walau mukamu masih imut tapi kau bisa bergaul dengan orang-orang yang jauh lebih dewasa dari kamu. bagi aku, kau punya kemampuan cepat dalam memahami sesuatu yang baru. Ingatkah kau saat kita berada di dalam satu mobil, kita membahas tentang awan putih dan langit biru. Kau tahu bahwa langit dan awan adalah kesukaanku, aku ingin membaginya denganmu. Ternyata kau pun mengiyakan. Dengan cepat, kau menunjuk awan putih dengan jarimu yang lentik. “ Lihat itu awan seperti naga!”, teriakmu antusias.”Mana-mana?”, jawabku tak kalah antusias,” “itu yang itu, yang di sanaaaa..”, teriakmu makin kenceng karena gemas. Aku tertawa melihat mukamu dan akhirnya aku pun dapat melihat apa yang kamu tunjukkan pada aku. Benar sekali, di langit yang biru itu terlihat awan bergumul seolah-olah menyerupai naga. Aku menoleh padamu dan pandangan kita pun beradu, “Kau cerdas, Nak”. Ia terseyum cantiiik sekali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar