Rasa syok yang muncul dalam hatiku tak dapat kubendung lagi. Aku merasa terpuruk begitu saja setelah melihat fotomu. Aku benar-benar benci harus merasakan rasa dengki di hati ini. Aku sungguh tidak ingin memiliki rasa dengki ini, tapi apa daya serangannya tiba-tiba saja langsung merasuk ke pusat otak dan langsung menusuk ke hati.
Aku melihat fotomu lebih dari sekedar melihat. Lebih tepatnya adalah memperhatikan dan merasakan. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi dalam hatiku ini. Aku merasakan darahku serasa mendidih. Aku ingin menangis sekaligus marah sekaligus benci sekaligus iri. Aku tahu bahwa perasaan ini bukanlah perasaan yang harus di simpan. Aku tahu bahwa perasaan ini haruslah aku hilangkan, tapi rasanya tentara pertahananku dalah tubuhku tidak kuat menahan serangan yang begitu dasyat yang betul-betul menyerang pada titik hatiku yang paling lemah.
Aku merasakannya, foto-foto itu jelas sekali mengabarkan pada aku tentang kesuksesanmu dan kebahagiaanmu. Aku iri dengan kebahagianmu. Aku iri dengan kesuksesanmu yang mendunia. Andai kau tahu apa yang telah terjadi dengan tubuhku yang limbung ini. Andai kau tahu diatas tertawamu, di atas kebahagianmu, aku sakit hati.
Maafkan aku, maafkan aku, aku betul-betul membencimu karena aku iri padamu. Tolong aku, aku ingin menghilangkan apa yang ada dalam hatiku ini. Aku bingung karena seluruh server otaku hanya ada kamu. Betapa munafiknya aku saat aku harus melawan dengan keras apa yang telah terjadi dalam diriku. Sungguh aku hanya ingin hatiku tenang kembali. Sesungguh aku hanya ingin menganggapmu dan keluargamu menjadi bagian dari orang-orang yang tidak penting aku pikirkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar