Aku rindu bercanda denganmu. hampir tepat satu tahun aku telah meninggalkanmu tanapa kabar dan tanpa kecupan mesra. Aku hanya ingin tahu kabarmu saat ini. aku ingin melihat canda tawamu lagi.
Tidakkah ada kesempatan itu datang? aku hanya bisa melihat pagar di dinding yang begitu tinggi di depanku. ku bayangkan kau ada di dalamnya sedang bermain dan bercanda tawa.
Putri ketjil koe, aku masih ingat saat kau dulu belum bisa menerimaku. bahkan kau hanya diam dan asyik dengan gaun merah mudamu yang tampak cantik. menoleh kepadaku pun tidak.
Tapi aku ingat pertistiwa yang membuat tangisanmu keluar begitu hebat. seakan-akan dunia runtuh. dan aku tersadar betapa kau yang diam punya tenaga amat luar biasa. dan sejak itu. aku ingat betul sejak itu, kau mulai bisa menerimaku. sedkit demi sedikit tidak apa-apa. dan aku berjuang untuk itu. nyata tiap pagi kudengar celoteh manjamu kepadaku. kau sepertinya tak pernah kehabisan kata-kata, sampai aku kewalahan untuk menanggapi celotehmu.
maafkan aku telah meninggalkanmu, aku tahu mungkin kau telah melupakanku. tapi rasa kangen ini, memori ini tentang kamu masih begitu lekat di hati.
aku berdoa kau tumbuh menjadi seorang putri yang sangat tegar. doaku menyertai pertumbuhanmu. with love
Tidak ada komentar:
Posting Komentar