iklan

iklan aku

Senin, 07 November 2011

GG


Siang itu mendung menggantung di langit-langit.  Aku berada di pelataran sebuah masjid yang bernuangsa abu0abu. Rasanya  perpaduan warna yang sama dengan langit-langit yang terlihat abu-abu gelap. Angin mengibas cepat, pohon-pohon kelapa bergoyang-goyang kesana kemari. Tak kuhiraukan sapuan angin yang menerpa wajahku. Pikiranku lebih tertuju pada gadis mungil yang bergamis orange. “ah cantik” kataku dalam hati. Tak kulepas pandanganku darinya. Ia terlihat sedang sibuk. Gerak langkahnya cepat dan jilbab besarnya berkibar-kibar mengikui ayunan langkahnya yang tegap. Sekilas kuperhatikan wajahnya. Terlihat jelas garis-garis yang keras dan aku yakin ia pasti seseorang yang berkemauan keras. Terbersit di dalam hatiku,”ah andai aku bias berbaju gamis seperti dia, tentu hati ini akan lebih tenang dalam mengarungi hidup ini”. Ya sejenak lamunanku membayangkan diriku berbaju gamis dan tersenyum ramah dan dikelilingi para malaikat kecil yang rebut minta didahulukan untuk “menyetor” bacaan iqro kepadaku.
Gadis itu memang membiusku dan mencipkan ornament-ornamen lamunan yang sempurna dalam pikiranku. Sanggupkah aku bergamis? Tidakkah aku terlalu kotor untuk itu? “Oh Tuhan, andai Kau beri hambaku hidayah, andai Kau menetapkan hati ini untuk bergamis “ Tak sadar hati ini sesak. Hati ini begitu kotor aku merasa tak tak berani mengenakan gamis yang suci itu. “Ya Allah, maafkanlah kesalahan hambaMu ini. Berlah hambaMu secercah ketetapan hati yang ikhlas.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar