Termenung aku sore itu. ditemani rintik hujan dari balik kaca bis “Maju Makmur”. Pikiranku menerawang jauh ke belakang sepanjang memori yang masih dapat aku ingat. Acak dan melompat-lompat. Aku ingat diriku yang bermain seorang diri dengan menggunakan pipa panjang yang aku pakai sebagai mikrofon ( gak modal banget ya. Hehehe) dengan lagakku yang bagai seorang presenter profesional, aku lantang membacakan sebuah cerita dalam majalah yang aku genggam. Aku tersenyum mengingatnya. Bis yang aku tumpangi terbatuk-batuk, aku lihat seorang nenek di sebelahku yang sedang muntah. Oh membuat aku merasa menyesal naik bis ini. Tapi itu hanya sesaat saja karena menit berikutnya aku jadi tenggelam dalam dunia aku sendiri. Banyak peristiwa yang telah aku alamai, tapi semuanya selalu saja bermuara di hati. Ada rasa marah yang begitu panjang, (dulu) saat aku tahu diriku tidak sekaya dia, diriku tidak secantik dia, diriku tidak sepintar dia, diriku tidak seberuntung dia dan seterusnya dan seterusnya. Dia-dia ada nyata disekeliling aku. Dan jika aku hanya menurut hawa nafsu aku, tentu saja aku yang rugi. Dulu aku tidak berpikir tentang untung dan rugi. Tapi sekarang aku telah mengenalnya. Apa untungnya jika aku marah, apa untungnya jika aku emosi, apa untungnya jika aku sinis dan apapula untungnya jika aku hanya melihat keindahan dunia yang fana. Justru yang ada hanyalah kerugian saja. Aku kembali tersenyum karena sekarang aku tahu bahwa bukan itu semua yang aku butuhkan. Aku tahu yang sekarang aku butuhkan hanyalah kedekatanku dengan pemilik jiwa ini, dengan Dia yang penguasa segalanya. Dekat denganNya membuat aku lebih tenang, dekat dengan Nya membuat aku merasa terlindungi. Dulu adalah bagian dari perjalananku dalam belajar, aku tahu aku harus melewatinya. Tak hanya senang, tapi duka, kemarahan, kebencian, semuanya menjadi bagian dari perjalananku untuk bertemu denganNya. Aku kumpulkan puzzle-puzzle itu dan kususun. Subhanallah puzzle yang ada menyiratkan sebuah makna bahwa aku sedang belajar menuju kesempurnaan hatiku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar